![]() |
| https://argapudya.files.wordpress.com/2013/11/sunset-at-beach.jpg |
~Hari ini aku mengunjunginya, disebut mengunjungi pun rasanya tak tepat, mungkin menghampirinya, namun menghampiri pun rasanya tak pas, aku hanya memperhatikannya, ah masih tidaklah sama..
aku hanya sekedar menatapnya dari kejauhan.. ah bukan juga, aku hanya tau saja bahwa dia pasti ada disana, di daerah itu, walau tanpa merasainya.
~Yah begitulah... ternyata hatiku masih sama.. masih berdetak kencang untuknya, dag dig dug seperti saat pertama mengenalnya. Ya mengenal, cukup mengenal saja karena untuk bertemu dengannya yang tiada duanya belumlah saatnya, seyogyanya pertemuan itu terjadi saat aku pantas dengan pesonanya. Ah ternyata keberanian saja tidaklah cukup. Yah memang tak cukup! Harus ada sesuatu yang ku banggakan yang harus ku pertunjukkan padanya. Apa daya aku tak semampu itu. Aku tak seberuntung itu untuk bersamanya. Aku masih berusaha untuk memantaskan diri agar bisa berdiri beriringan dengannya, masuk ke kehidupannya. Banyak perkara ataupun hal yang harus ku lalui untuk bisa merengkuhnya dari dekat.
~Berandai-andai mampu melanjutkan hidup tanpa nya, mengalihkan perhatian pada sosok lainnya hanya memperburuk suasana saat hati ini masih tertuju pada titik yang sama. Yang ku sangka, nantinya aku akan mampu melupakan impian untuk menjadi bagian dari kehebatannya. Karena ada yang lainnya nun jauh disana, Memang kenyamanan yang diberikan yang lainnya tidaklah membuat ku begitu menderita, hanya saja aku yang kemudian memporak-porandakan hal lainnya. Ah ya aku sadar, kejamnya aku berdosanya aku menyia-nyiakan keberadaan yang lainnya karena khayalan semu tentang dirinya. Ah ya itu dulu, aku terlalu naif, beralih pada yang lain, berharap melupakannya dan pada akhirnya bukannya mengobati luka malah memperparah segalanya.
~Alih-alih menyadari alasan aku tak dengannya, aku malah pura-pura melampiaskan pihak lainnya akan hambatan untuk memampukan aku dengan dirinya. Ah sudahlah, terima saja! Itu kata mereka. Walau ku terima pun tetap saja aku akan mempersalahkan itu pada pihak yang lainnya. Yah begitu tak mampu nya aku mengakui kenyataan aku tak mampu bergenggaman dengannya meraih impianku yang rasanya tak lengkap tanpanya. Ah sudahlah lupakan! Berulang kali ku ucapkan itu. Ah lidah ini tlah terasa kelu mendustai hasrat menggebuku ingin dengannya.
Tiada kusadari ternyata rasa ini sudah terlampau lama dan ku kira telah sirna. Nyatanya, hari ini aku menyadarinya. LAGI! Ternyata aku masih mendamba. Masih kokoh berdiri di titik yang sama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar